Pelatihan Pembuatan Awetan Hewan sebagai Sumber Belajar Kontekstual bagi Siswa SMA Pelita Karya Kefamenanu

Authors

  • Frengky Neolaka Universitas Timor
  • Erlin Fatima Halek Universitas Timor
  • Lusia Naimnule Universitas Timor
  • Finsensius Oetpah Universitas Timor
  • Yakobus P. E. S. Agu Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i3.4982

Keywords:

pelatihan, Awetan Hewan, sumber belajar, Kontekstual

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai bentuk transfer informasi dan ilmu pengetahuan melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Awetan Hewan sebagai Sumber Belajar Kontekstual bagi Siswa SMA. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah demonstrasi secara langsung kepada siswa SMA Swasta Pelita Karya tentang Pembuatan Awetan Hewan sebagai Sumber Belajar. Adapun tahapan prosedur kegiatan pengabdian yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1) analisis dan identifikasi permasalahan mitra, 2) Persiapan alat dan bahan pembuatan Awetan Hewan. Capaian yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian ini adalah Peningkatan Pengetahuan Siswa dimana Sebelum pelatihan, sebagian besar siswa belum memahami teknik pembuatan awetan hewan, fungsi awetan dalam pembelajaran biologi, serta prosedur pengawetan yang benar. Setelah mengikuti pelatihan, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai jenis-jenis awetan hewan (awetan basah dan awetan kering), Prinsip dasar pengawetan spesimen, Fungsi awetan sebagai media pembelajaran biologi dan Tahapan pembuatan awetan yang sesuai dengan kaidah laboratorium. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar siswa memperoleh nilai yang baik dengan rata-rata nilai pretest sebesar 70,06% dan nilai postest sebesar 88,67% melalui test diakhir kegiatan pengabdian. Hasil nilai pretest dan posttest menunjukkan bahwa siswa telah memahami teknik pengawetan hewan serta fungsi awetan sebagai media pembelajaran biologi. Dampak dari kegiatan pengabdian mendapatkan peningkatan wawasan dan keterampilan dalam membuat spesimen awetan hewan, serta digunakan sebagai pembelajaran biologi. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah melalui sosialisasi, diskusi, demonstrasi, dan pendampingan pembuatan specimen awetan hewan berdampak meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa membuat awetan hewan.

References

Arends, R. I. (2012). Learning to Teach. New York: McGraw-Hill.

Agu, YPS. Raharjo, KTP., Anin, R. Effects Of Biochar Dose And Media Moisture Content On The Growth Of Local Eban Coffee Seedlings In Agroforestry Systems. Journal of Agriculture Based on Ecosystem Balance. Vol. 16(1): 15-25.

Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. Rajawali Pers.

Depdiknas. (2003). Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Biologi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

Hamalik, O. (2015). Proses belajar mengajar. Bumi Aksara.

Ibrahim, M. (2010). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Surabaya: Unesa University Press

Istiqomah, U. (2014). Pengembangan Media Awetan Basah Cacing Endoparasit dan LKS untuk Pembelajaran Biologi Kelas X. Bioedu. 3(3), 542-549. Diperoleh dari https://media.neliti.com/media/publications/245363-pengembangan-media-awetan-basah-cacing-e-f48caa30.pdf

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2013). Kurikulum 2013. Jakarta.

Naimnule, L., Halek, E. F., Atini, B., Naimnule, M., Agu, Y. P., & Neonbeni, E. Y. . (2026). Pembuatan Bio-Produk Eco Enzyme Ramah Lingkungan Hasil Daur Ulang Limbah Organik sebagai Penunjang Pembelajaran Biologi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.23960/jpm-ip.vol.5i.1.1378

Rati, N. W., Kusmaryatni, N., & Rediani, N.(2017). Model Pembelajaran Berbasis Proyek, Kreativitas dan Hasil Belajar Mahasiswa.Jurnal Pendidikan Indonesia. 6(1), 60-71

Sadiman, A. S. (2014). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Sudjana, N. (2016). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Susilo, M. J. (2015). Analisis Kualitas Media Pembelajaran Insektarium dan Herbarium untuk Mata Pelajaran Biologi Sekolah Menengah. Jurnal BIOEDUKATIKA, 3(1), 10-15. Diperoleh dari http://journal.uad.ac.id/index.php/BIOEDU KATIKA/article/view/4141

Sumaraw, S. (2015). Pentingnya Pendampingan Untuk Meningkatkan Kompetensi, Diperoleh dari (https://manadopostonline.com/read/2016/07/11/Pentingnya-Pendampingan-untuk-Meningkatkan-Kompetensi/15232)

Trianto. (2014). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Wulansari, N. (2008). Analisis Keterampilan Interpretasi yang Dikembangkan dalam Lembar Kerja Siswa. Skripsi. Tidak dipublikasikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Downloads

Published

2026-07-08

How to Cite

Neolaka, F., Halek, E. F., Naimnule, L., Oetpah, F., & Agu, Y. P. E. S. (2026). Pelatihan Pembuatan Awetan Hewan sebagai Sumber Belajar Kontekstual bagi Siswa SMA Pelita Karya Kefamenanu. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 1244–1250. https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i3.4982