Implementasi Lubang Resapan Biopori dan Tanaman Obat Keluarga dalam Mendukung Pengelolaan Lingkungan di RW 05 Kelurahan Hadimulyo Timur
DOI:
https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i3.5329Keywords:
biopori, TOGA, sampah organik, metode partisipatif, pengelolaan lingkunganAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan melalui penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB) dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di RW 05 Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Kegiatan dilaksanakan di RT 12, RT 14, dan RT 15 menggunakan metode partisipatif yang melibatkan warga secara aktif melalui serangkaian tahapan sistematis. Tahapan pelaksanaan diawali dengan observasi lapangan dan identifikasi masalah untuk memetakan titik genangan air serta pola pengelolaan sampah. Selanjutnya, tahap persiapan dilakukan untuk menyediakan alat dan bahan seperti bor biopori, tabung pipa, media tanam, dan bibit tanaman. Pada tahap sosialisasi, masyarakat diberikan edukasi teori mengenai fungsi teknis LRB dan manfaat TOGA. Tahap inti berupa praktik langsung dan penanaman, di mana warga bersama tim mempraktikkan teknik pembuatan lubang biopori, pengisian sampah organik, serta teknik penanaman bibit TOGA di lokasi yang telah disiapkan. Kegiatan diakhiri dengan pendampingan dan evaluasi untuk memastikan pemeliharaan biopori dan tanaman dapat berjalan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari kondisi awal lingkungan yang berpotensi mengalami genangan air dan penumpukan sampah organik, seluruh target fisik berhasil direalisasikan, yaitu terpasangnya 6 sampel biopori (2 sampel/RT) dan tertanamnya 42 tanaman TOGA (14 tanaman/RT). Masyarakat mampu menguasai teknik pembuatan biopori dan penanaman TOGA dengan baik. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan resapan air, mengolah sampah organik dari sumbernya, serta mewujudkan pekarangan yang produktif dan berkelanjutan.
References
Arbie, S. (2023). Edukasi dan Pemberdayaan Pekarangan Rumah untuk Tanaman Obat Keluarga bagi Masyarakat Desa Tolutu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Journal of Hulonthalo Service Society, 1(1), 52–59. https://doi.org/10.47918/jhss.v1i1.1164
Brata, K. R., & Nelistya, A. (2008). Lubang Resapan Biopori. Jakarta: Penebar Swadaya.
Hapsari, A. Y., & Sutjiningsih, D. (2021). Peran Lubang Resapan Biopori dalam Mengurangi Limpasan Permukaan di Kawasan Permukiman Padat. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 6(2), 115–124.
Indriani, R., & Rahmadani, F. (2020). Optimalisasi Lahan Pekarangan Melalui Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 4(1), 33–40.
Mindarti, S., & Nurbaeti, B. (2015). Buku Saku Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Bandung: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat.
Nurdin, M., & Wihardandi, R. (2019). Efektivitas Lubang Resapan Biopori Terhadap Infiltrasi Air dan Laju Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 9(3), 670–678.
Prasetyo, E., & Handayani, S. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Partisipatif Melalui Program Eco-Village dan Pengelolaan Sampah Mandiri. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 145–156.
Purwaningsih, S., & Rahayu, T. (2018). Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pengisi Biopori dalam Mendorong Kelestarian Lingkungan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 88–95.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Rina, L., & Wijaya, A. (2021). Diversifikasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Pelatihan Pembuatan Herbal Sederhana bagi Ibu-Ibu PKK. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 45–52.
Santoso, H., & Pratama, A. (2020). Analisis Kapasitas Infiltrasi Lubang Resapan Biopori dengan Variasi Bahan Pengisi Organik. Jurnal Inovasi Teknik Sipil, 3(2), 102–110.
Setyono, D., Maulana, A., & Anisah. (2023). Perencanaan Kebutuhan Lubang Resapan Biopori (LRB) dalam Rangka Konservasi Air di Kampus A Universitas Negeri Jakarta. Indonesian Journal of Civil Engineering Education, 9(1), 45–50.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryani, E., & Kusuma, D. (2022). Penerapan Biopori sebagai Upaya Mitigasi Genangan Air Laut dan Luapan Air Hujan di Wilayah Pesisir. Jurnal Pengelolaan Pesisir dan Lingkungan, 4(2), 80–89.
Trisnaningsih, U., Wahyuni, S., & Nur, S. (2019). Pemanfaatan Lahan Pekarangan Dengan Tanaman Obat Keluarga. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(2), 259–263. https://doi.org/10.30595/jppm.v3i2.4554
Utami, S. A., & Fitriani, R. (2021). Peran Edukasi Lingkungan dan Demonstrasi Praktis dalam Meningkatkan Partisipasi Warga pada Program Green Neighborhood. Jurnal Edukasi Masyarakat, 2(3), 201–209.
Wahyuni, Y. S., Dzinnur, C. T. I., & Wibawa, S. A. (2020). Pengaruh Penambahan Sampah Organik, Bioaktivator dan Fases Hewan pada Lubang Resapan Biopori (LRB) terhadap Infiltrasi dan Permeabilitas Tanah. MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil, 2(2).
Wibowo, A., & Setiawan, B. (2018). Integrasi Konservasi Air dan Hijau Lingkungan Melalui Biopori dan Penanaman Vegetasi Lokal. Jurnal Lingkungan Hidup dan Pembangunan, 8(1), 22–31.
Widyastuti, R., & Hartono, S. (2021). Evaluasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Rumah Tangga. Jurnal Sosio-Teknologi, 20(2), 180–189.
Yuliana, N., & Lestari, P. (2020). Pelatihan Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Menunjang Kesehatan Mandiri Masyarakat Permukiman Perkotaan. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 2(1), 12–20.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












