Pelestarian Uma Lengge Wawo: Sinergi Restorasi Tikar Tradisional dan Digitalisasi Sistem Informasi Berbasis Website

Authors

  • Dimas Setiawan Universitas Muhammadiyah Bima
  • Ibnu Majah Universitas Muhammadiyah Bima
  • M. F Firdausie Universitas Muhammadiyah Bima
  • Arifudin Arifudin Universitas Muhammadiyah Bima
  • Raji’un Raji’un Universitas Muhammadiyah Bima
  • Imam Saputra Universitas Muhammadiyah Bima
  • R. M. Iskandar Agung Universitas Muhammadiyah Bima
  • Nurhadiati Rasyidah Universitas Muhammadiyah Bima
  • Fajrin Fajrin Universitas Muhammadiyah Bima
  • Kartika Kartika Universitas Muhammadiyah Bima
  • Widia Rahmawati Universitas Muhammadiyah Bima
  • Tias Mei Lita Universitas Muhammadiyah Bima
  • Ikbar Ikbar Universitas Muhammadiyah Bima
  • Yakub Yakub Universitas Muhammadiyah Bima
  • Syarifuddin Syarifuddin Universitas Muhammadiyah Bima
  • Nurul Zuhriah Universitas Muhammadiyah Bima
  • M. Noris Universitas Muhammadiyah Bima

DOI:

https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i4.5562

Keywords:

cagar budaya, digitalisasi, e-tourism, restorasi, Uma Lengge

Abstract

Uma Lengge di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, merupakan warisan arsitektur tradisional Suku Mbojo yang pada masa lalu dipakai sebagai lumbung pangan sekaligus hunian dan hingga kini menyimpan nilai sejarah serta filosofi yang kuat. Persoalan yang dihadapi kawasan ini bersifat ganda: komponen tikar pada bangunan lapuk karena paparan cuaca yang berkepanjangan, sementara informasi kepariwisataannya masih disampaikan secara lisan dan cetak sehingga jangkauannya sempit. Pengabdian ini dilaksanakan untuk merestorasi komponen tikar secara partisipatif sekaligus membangun sistem informasi pariwisata berbasis website yang ditautkan dengan kode QR di lokasi. Kegiatan berlangsung pada 29 Juli 2026 di kawasan cagar budaya Uma Lengge, Desa Maria, dengan melibatkan 3 warga, 1 pengrajin anyaman, dan 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 31 Universitas Muhammadiyah Bima. Pendekatan yang dipakai adalah Participatory Action Research dengan empat tahap, yakni perencanaan partisipatif, aksi, observasi, dan refleksi. Data dihimpun melalui observasi terstruktur, wawancara, dokumentasi, serta angket kemudahan akses informasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Kegiatan menghasilkan 56 bidang tikar yang dianyam ulang dan dipasang kembali pada 7 unit Uma Lengge, serta satu situs web informasi pariwisata yang tautannya terhubung ke 12 titik kode QR di area wisata. Temuan ini menunjukkan bahwa perpaduan antara restorasi fisik berbasis gotong royong dan digitalisasi informasi mampu menjaga keaslian cagar budaya sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepariwisataannya.

References

Amalia, N. A., & Agustin, D. (2022). Peranan pusat seni dan budaya sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 19(1), 34–40.

Amelia, C., Kiani, P., Aisyah S, A. S., & Sondakh, J. T. (2025). Antropologi sosial dan pelestarian budaya lokal di era globalisasi multikultural. Zona Psikologi, 9–25.

Anggraeni, A. D., & Budisusanto, Y. (2016). Pembangunan sistem informasi geografis berbasis web untuk pemetaan industri kreatif berbasis budaya di Kota Surakarta. Jurnal Teknik ITS, 5(2), A850–A856.

Anthone, F., & Maramis, G. D. P. (2025). Sistem informasi pelestarian dan pengenalan kebudayaan daerah Minahasa berbasis website. Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer, 9(3), 1110–1123. https://doi.org/10.33395/remik.v9i3.15162

Apriliyani, N., Setiawan, E., & Muchayan, A. (2022). Implementasi metode agile dalam pengembangan aplikasi pengenalan budaya berbasis web. Jurnal Ilmu Komputer dan Bisnis, 13(1), 8–21. https://doi.org/10.47927/jikb.v13i1.261

Azzahra, S. F., & Nurini, N. (2014). Struktur dan pola ruang kampung Uma Lengge berdasarkan kearifan lokal di Desa Maria, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Ruang: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 2(1), 21–30.

Danang, D., & Febriyantahanuji, F. (2018). Rancang bangun sistem informasi pariwisata dan budaya berbasis web menggunakan Google API pada Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora. Prosiding Seminar Nasional Edusainstek FMIPA UNIMUS, 232–241.

Fauzan, R., & Nashar, N. (2017). “Mempertahankan tradisi, melestarikan budaya”: Kajian historis dan nilai budaya lokal kesenian Terebang Gede di Kota Serang. Jurnal Candrasangkala, 3(1), 1–9.

Karmadi, A. D. (2007, 8–9 Mei). Budaya lokal sebagai warisan budaya dan upaya pelestariannya [Makalah]. Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah, Semarang, Indonesia.

Lubis, R. F. (2017). Perancangan antarmuka aplikasi berbasis web menggunakan user centered design dalam pembelajaran keragaman budaya. JURTEKSI: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi, 4(1), 1–6.

Minanda, H., Ulya, B. N., Husni, V. H., & Putri, S. S. (2025). Digitalisasi fasilitas penunjang wisata guna meningkatkan pengalaman wisatawan di Selatan Rinjani Homestay Tete Batu Lombok Timur. Jurnal Abdi Anjani, 3(2), 288–296.

Mujiani, S., Jauhari, B., & Astuti, S. Y. (2026). Digitalisasi ekonomi kreatif desa wisata melalui pembuatan website dan media sosial. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 17801–17811.

Muzdalifah, M., Widiyanto, N., & Syamsu, M. N. (2025). Peran kearifan lokal dalam pelestarian Uma Lengge sebagai destinasi pariwisata budaya di Desa Maria. JRTour: Journal of Responsible Tourism, 5(1), 483–496.

Nugroho, D. A., & Voutama, A. (2023). Perancangan aplikasi berbasis web menggunakan metode SDLC untuk mengembangkan sektor pariwisata Desa Hanau Berak.

Nurjaman, I., Hakim, R., & Hilman, M. A. (2025). Pengembangan desa wisata berkelanjutan melalui integrasi participatory action research. Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 73–84.

Rhama, B. (2019). Peluang ekowisata dalam industri 4.0 di Indonesia. Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan, 8(2), 1–13.

Salam, A., Hermawansyah, H., Akbar, M., Hairul, H., Astagini, U., Aisyah, A., & Sufatul, S. (2024). Revitalisasi nilai gotong royong berbasis budaya lokal melalui pendekatan partisipatoris di Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Syafaat: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 21–28.

Talib, D., & Sunarti, S. (2021). Strategi pelestarian budaya lokal sebagai upaya pengembangan pariwisata budaya (sebuah analisis teoritis). TULIP: Tulisan Ilmiah Pariwisata, 4(1), 6–12. https://doi.org/10.31314/tulip.4.1.6-12.2021

Triwardani, R., & Rochayanti, C. (2014). Implementasi kebijakan desa budaya dalam upaya pelestarian budaya lokal. Reformasi, 4(2), 102–110.

Yusmerianti, [lengkapi inisial], [lengkapi nama penulis lain]. (2023). [lengkapi judul artikel]. [Nama jurnal], [volume]([nomor]), [halaman].

Yusniar, Y., Sari, C. P. M., Heriyana, H., & Yunina, Y. (2024). Pemberdayaan generasi muda melalui produksi kerajinan tangan berbasis kearifan lokal. Jurnal Pengabdian Ekonomi dan Sosial (JPES), 3(2), 1–7.

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Setiawan, D., Majah, I., Firdausie, M. F., Arifudin, A., Raji’un, R., Saputra, I., … Noris, M. (2026). Pelestarian Uma Lengge Wawo: Sinergi Restorasi Tikar Tradisional dan Digitalisasi Sistem Informasi Berbasis Website. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(4), 2410–2421. https://doi.org/10.53299/ba-jpm.v6i4.5562