Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi
<p style="text-align: justify; background: white;"><strong><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Segoe UI','sans-serif';">Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)</span></strong><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Segoe UI','sans-serif';"> dengan p-ISSN: <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210601121918315" target="_blank" rel="noopener">2797-2879</a></strong> dan e-ISSN: <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210528352158103" target="_blank" rel="noopener">2797-2860</a></strong> merupakan jurnal pendidikan dan pembelajaran yang menerbitkan artikel hasil penelitian dibidang pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, satuan pendidikan sekolah menengah, dan pendidikan tinggi, serta menerbitkan hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan non-formal. Untuk mengirim artikel pada JPPI, silahkan sesuaikan dengan <a href="https://drive.google.com/uc?export=download&id=1tNqGrvgnsCzfo1a7wUuMbgp8h48BR6xx" target="_blank" rel="noopener"><strong><em>template</em></strong></a> dan ketentuan yang berlaku pada jurnal ini. <strong>Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)</strong> merupakan jurnal <strong>Terakreditasi Sinta 4</strong>, terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan <strong>Februari, Mei, Agustus, dan November</strong>.</span></p>Yayasan Pendidikan Bima Berilmuen-USJurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)2797-2879Pengembangan Media Treasure Map Berbasis Plurilingual untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Pemelajar Bipa Level Dasar
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/2994
<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan media pemelajaran inovatif yang dapat membantu pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) level dasar dalam meningkatkan keterampilan menulis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media <em>Treasure map</em> berbasis plurilingual yang memadukan unsur visual, budaya, dan permainan untuk memfasilitasi proses pemelajaran menulis secara kontekstual dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh langkah, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi akhir. Penelitian dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya dengan subjek 9 pemelajar BIPA level dasar (A1) dari berbagai negara. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket validasi, observasi, dan tes tulis dengan instrumen berupa lembar validasi, angket respons, dan tes menulis. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media <em>Treasure map</em> berbasis plurilingual memperoleh nilai kevalidan 84% dari ahli bahasa dan 90% dari ahli media (kategori sangat valid), keefektifan sebesar 84,5% (kategori efektif), dan kepraktisan 91% (kategori sangat praktis). Dengan demikian, media ini layak digunakan sebagai alternatif pemelajaran menulis bagi pemelajar BIPA level dasar karena mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, serta kemampuan menulis kalimat dan paragraf sederhana. Penelitian ini menyarankan pengembangan lanjutan berbasis digital agar media lebih interaktif dan mudah diakses.</p>Azmilatudz DzakirohPrima Vidya Asteria
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-096111210.53299/jppi.v6i1.2994Eksplorasi Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital dalam Pembelajaran Teks Negosiasi di Kelas X SMA
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3041
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan pemanfaatan media pembelajaran digital dalam pembelajaran teks negosiasi serta menganalisis pengaruhnya terhadap pemahaman dan keterampilan negosiasi siswa kelas X SMA. Pembelajaran teks negosiasi merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang berfungsi membentuk kemampuan berinteraksi dan mencapai kesepakatan secara efektif. Seiring dengan kemajuan teknologi, guru dituntut untuk menggunakan media digital agar proses belajar lebih menarik dan interaktif. Subjek penelitian ini terdiri atas 18 siswa kelas X SMA yang dipilih berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran teks negosiasi berbasis media digital. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mewawancarai guru bahasa Indonesia kelas X untuk memperoleh data mengenai jenis, pemanfaatan, dan kelemahan media digital dalam pembelajaran teks negosiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan berbagai media digital seperti video pembelajaran, aplikasi interaktif, dan <em>platform</em> daring untuk membantu siswa memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks negosiasi. Mayoritas siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan media digital, setuju bahwa media digital meningkatkan pemahaman mereka terhadap teks negosiasi dan merasa pembelajaran menjadi lebih menarik serta mendorong siswa untuk belajar secara mandiri. Namun, ditemukan kendala berupa keterbatasan jaringan internet serta kesulitan siswa dalam menjaga fokus belajar akibat penggunaan media digital yang berlebihan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital terbukti efektif dalam meningkatkkan pemahaman, motivasi, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran teks negosiasi, dengan syarat disertai dengan pengelolaan yang seimbang dan dukungan fasilitas yang memadai.</p>Rahadatul FannysaSyifa Maulina Dwi HelriantiZikri Al GhiffariDadi Satria
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-0961132410.53299/jppi.v6i1.3041Penerapan Metode Pembelajaran Aktif Melalui Domino Card Learning dalam Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3180
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran aktif dengan teknik <em>Domino Card Learning</em> dalam meningkatkan partisipasi siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAS-TI Batang Kabung. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, baik dalam kegiatan diskusi, tanya jawab, maupun kerja kelompok. Untuk mengatasi hal tersebut, perlunya menerapkan pembelajaran aktif berbasis permainan edukatif menggunakan kartu berbentuk domino yang berisi pertanyaan dan jawaban terkait materi Akidah Akhlak. Melalui permainan ini, siswa dituntut untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan berinteraksi secara aktif dalam menemukan pasangan kartu yang tepat sesuai dengan konsep yang dipelajari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode refleksi pengalaman lapangan (<em>classroom action reflection</em>). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi partisipasi siswa, pedoman wawancara, serta catatan lapangan dan dokumentasi pendukung. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penerapan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada partisipasi dan antusiasme siswa selama pembelajaran berlangsung. Siswa menjadi lebih bersemangat, berani mengemukakan pendapat, serta mampu memahami materi secara lebih kontekstual dan menyenangkan. Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran aktif dengan teknik <em>Domino Card Learning</em> terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif, kolaboratif, dan bermakna dalam pembelajaran Akidah Akhlak di lingkungan madrasah.</p>Raudah RaudahMartin KustatiGusmirawati Gusmirawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-0961253610.53299/jppi.v6i1.3180Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Sosiologis untuk Membangun Budaya Sekolah yang Humanis di Sekolah Dasar
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3094
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang peran pendidikan karakter berbasis sosiologis untuk membangun budaya sekolah yang humanis di sekolah dasar. Pendidikan karakter merupakan fondasi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa. Sekolah sebagai lingkungan kedua setelah keluarga dapat membentuk karakter siswa. Meskipun pendidikan karakter telah menjadi fokus dalam kurikulum nasional, kenyataannya banyak Sekolah Dasar masih menghadapi berbagai persoalan sosial di lingkungan belajar. Fenomena seperti terlambat datang ke sekolah, ejekan dan konflik antar siswa seringkali dianggap sebagai perilaku biasa, padahal kondisi ini mencerminkan lemahnya budaya sekolah yang humanis. Ketidakhadiran budaya sekolah yang humanis dapat memengaruhi rasa aman siswa, menurunkan motivasi belajar, dan menciptakan pola interaksi negatif di antara teman sebaya. Sehingga penguatan pendidikan karakter berbasis sosiologis yang terintegrasi dengan budaya sekolah sangat diperlukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di UPTD SD Negeri 2 Pandan Sari Kecamatan Kintap. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidikan karakter berbasis sosiologis berpengaruh dalam membangun budaya sekolah yang humanis. Interaksi sosial, keteladanan guru, dan pembiasaan positif mendorong perilaku positif siswa, meskipun masih ada perilaku seperti ejekan dan tidak mengerjakan PR. Budaya sekolah humanis terbukti meningkatkan empati dan kerja sama, sehingga penguatan pendekatan sosiologis diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih humanis.</p>Rika YulianiArinda Okanthia WijayaMuhammad RindiAslamiah AslamiahRizky Amelia
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-0961374910.53299/jppi.v6i1.3094Analisis Penggunaan ARKAS sebagai Inovasi IPTEKS dalam Manajemen Keuangan Sekolah di SDN 2 Bati-Bati dan SMPN 2 Simpang Empat
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3221
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) sebagai inovasi berbasis IPTEKS dalam tata kelola keuangan sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan bendahara sekolah di SD Negeri 2 Bati-Bati serta SMP Negeri 2 Simpang Empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ARKAS berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan dana sekolah melalui penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang lebih terarah dan akurat, serta pemantauan penggunaan dana yang lebih tepat sasaran. Sistem ini juga mempermudah proses administrasi keuangan melalui fitur yang disesuaikan dengan regulasi dan kondisi sekolah, meskipun masih terdapat beberapa komponen belanja yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan operasional. ARKAS mampu menguatkan prinsip pertanggungjawaban dan keterbukaan dalam manajemen keuangan pendidikan. Penerapannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan kemampuan pengguna, minimnya fasilitas pendukung teknologi, dan kendala teknis aplikasi. Diperlukan penyempurnaan fitur sistem, peningkatan kualitas kebijakan pendukung, serta pelatihan berkelanjutan bagi operator sekolah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan sistem informasi keuangan pendidikan agar lebih optimal, baik pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.</p>Amalia OktaviaSri MeldayaniArif RahmanAslamiah AslamiahRizky Amelia
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-0961505810.53299/jppi.v6i1.3221Pemanfaatan Media Digital Interaktif untuk Menumbuhkan Pembelajaran Mendalam pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kuala Kapuas
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3239
<p>Pemanfaatan media digital interaktif menjadi salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, khususnya pada satuan pendidikan kejuruan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penggunaan media digital interaktif berkontribusi terhadap tumbuhnya pembelajaran mendalam pada siswa SMK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi 12 siswa kelas XI dari 5 program keahlian (Manajemen Perkantoran, Akutansi, layanan Perbankan, Bisnis Retail, dan Desain Komunikasi Visual) serta dua guru mata pelajaran produktif dan dua guru Mata pelajaran Umum di SMK Negeri 1 Kuala Kapuas yang telah menerapkan media digital interaktif dalam kegiatan belajar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital interaktif (seperti TV Interaktif, Quizizz, dan tutorial video) meningkatkan keterlibatan yang sangat antusias dan menyenangkan pada siswa, memperkuat proses elaborasi konsep melalui penjelasan visual yang jelas, dan mendorong kemampuan berpikir terbuka, cepat, dan kritis dalam mengeksplorasi masalah. Pembelajaran mendalam tampak melalui aktivitas eksplorasi mandiri, kolaborasi digital, dan peningkatan kualitas pemecahan masalah. Temuan tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih ditemukannya hambatan utama berupa kualitas dan stabilitas jaringan internet yang kurang memadai (sinyal "lemot" dan "timbul tenggelam"), keterbatasan perangkat, serta perlunya peningkatan literasi digital dan kesiapan guru dalam mendesain skenario pembelajaran. Studi ini menegaskan bahwa media digital interaktif memiliki potensi kuat dalam menumbuhkan pembelajaran mendalam apabila didukung oleh infrastruktur jaringan yang stabil dan kesiapan pedagogis guru.</p>Dian PurnamaTrisna TrisnaArisandi Tiya RiniAslamiah AslamiahRizky Amelia
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-0961597110.53299/jppi.v6i1.3239Keterlambatan Bicara Anak Usia 4-5 Tahun Akibat Dampak Screen Time di Child Development and Therapy Centre Palembang
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3292
<p>Durasi <em>screen time</em> yang tinggi pada anak usia 4-5 tahun sering dikaitkan dengan keterlambatan bicara, yang bisa memengaruhi kemampuan komunikasi mereka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis dampak penggunaan <em>gadget</em> terhadap perkembangan bahasa anak, khususnya dalam keterlambatan bicara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa wawancara, lembar observasi, serta dokumentasi perkembangan bahasa anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua dan terapis, serta dokumentasi terkait perkembangan bahasa anak lalu kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa anak yang terpapar <em>screen time</em> yang tinggi mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata dan menyusun kalimat, meskipun ada perkembangan dalam kemampuan berbicara sesudah mendapatkan terapi. Jenis konten yang dikonsumsi juga berpengaruh pada perkembangan bahasa, dengan paparan pada konten yang tidak sesuai usia memperburuk keterlambatan bicara pada anak. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa <em>screen time</em> berdampak negatif terhadap perkembangan bahasa anak, terutama pada kemampuan mengucapkan kata, menyusun kalimat, serta memahami bahasa. Kurangnya interaksi langsung dan konsumsi konten yang tidak sesuai usia turut memperburuk kondisi tersebut. Penelitian juga menemukan bahwa semakin lama durasi <em>screen time</em>, semakin tinggi tingkat keterlambatan bicara. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan pembatasan durasi layar, pemilihan konten yang tepat, dan peningkatan interaksi langsung untuk mendukung perkembangan bahasa anak.</p>Keysa Celsi Al-ShyfaWindi Dwi Andika
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-0961728310.53299/jppi.v6i1.3292Strategi Pengembangan SDM di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3096
<p>Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan unsur strategis dalam meningkatkan kualitas layanan organisasi, termasuk di Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan Surabaya (BBPMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi strategi pengembangan SDM di BBPMP, mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja SDM, dan seperti apa evaluasi kinerja karyawan yang dilakukan oleh BBPMP. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan informan kunci. Hasil dalam penelitian ini meliputi: 1) Strategi pengembangan sumber daya manusia; 2) Implementasi Program Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi; 3) Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan; 4) Evaluasi kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi pelatihan teknis dan non-teknis, pelatihan internal, pelatihan eksternal, dan evaluasi kinerja sistematis. Strategi ini telah berhasil meningkatkan kompetensi, motivasi, dan produktivitas karyawan dalam mendukung transformasi pendidikan. Tantangan seperti keterbatasan pelatihan online masih perlu diatasi melalui pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif. Secara keseluruhan, pengembangan SDM di BBPMP Surabaya telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme.</p>Syamsud DluhaNadiya FazaSahudi SahudiSamsul Ma’arif
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-0961849410.53299/jppi.v6i1.3096Strategi Kepala Sekolah dalam Menganalisis Lingkungan Internal dan Eksternal Sekolah Berbasis Analisis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3103
<p>Masalah pokok dalam penelitian ini adalah adanya kesenjangan penelitian <em>(research gap)</em> mengenai bagaimana analisis SWOT dapat diterapkan secara sistematis untuk menghasilkan strategi pengembangan sekolah yang realistis, terukur, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam menganalisis lingkungan internal dan eksternal sekolah berbasis analisis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1. Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang dilakukan di SDN Sungai Pinang Baru 1, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dengan subjek penelitian melibatkan Kepala Sekolah, guru, dan komite sekolah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>purposive sampling</em>. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kepala Sekolah secara efektif menggunakan kerangka SWOT untuk merumuskan langkah-langkah strategis, seperti peningkatan jumlah siswa dari 17 menjadi 37 melalui promosi inovatif, penggalangan dukungan komite dan orang tua, dan perbaikan fasilitas, meskipun menghadapi kelemahan seperti keterbatasan dana BOS dan tantangan lokasi pedesaan. Secara eksternal, peluang dimanfaatkan melalui penguatan keterlibatan komunitas dan kolaborasi, sembari mengantisipasi ancaman seperti persaingan sekolah, perubahan kebijakan, dan penurunan demografi. Simpulan menegaskan bahwa implementasi strategi berbasis SWOT di SDN Sungai Pinang Baru 1 menunjukkan bahwa dengan pemahaman mendalam terhadap kondisi internal dan eksternal, Kepala Sekolah dapat merumuskan kebijakan yang efektif, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan meningkatkan mutu pendidikan, menekankan pentingnya kepemimpinan visioner dalam menghadapi tantangan.</p>Tri MuthoharohMuhammad RindiSisca LyanaTri KardinaRiski Adi SaputraAhmad SuriansyahRatna Purwanti
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-09619510310.53299/jppi.v6i1.3103Peran Guru Ngaji TPQ Roudhotul Qur’an dalam Membina Akhlak Anak usia 6-14 Tahun sebagai Upaya Menghadapi Degradasi Moral (Studi Kasus di Desa Ngemplak Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak)
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3134
<p>Indonesia adalah sebuah negara yang dikenal akan keindahannya, tepai juga merupakan tempat yang tingkat keramahan dan moral yang dijunjung tinggi. Namun semua itu tampak memudar karna perilaku manusia yang semakin berubah buruk seiringnya waktu, seperti pelecehan, perundungan, korupsi, pembunuhan, seks bebas, perampokan dan masih banyak kejahatan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran guru ngaji dalam membina akhlak dan faktor pendukung dan penghambat guru ngaji dalam membina akhlak anak usia 6-14 tahun dalam upaya menghadapi degradasi moral. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan sampel meliputi 1 guru ngaji dan 3 anak TPQ Roudhotul Qur’an yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>, yaitu dipilih berdasarkan pertimbangan keterlibatan langsung dalam proses pembinaan akhlak anak usia 6-14 tahun serta pemahaman yang mendalam terhadap kondisi dan aktivitas di TPQ. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan utama yaitu tahap pengenalan, tahap penyaringan dan tahap seleksi. Dan instrumen yang digunakan terdiri atas panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru ngaji sangat berperan penting dalam membina akhlak anak dengan beberapa upaya yang dilakukanya, dan guru ngaji di TPQ Roudhotul Qur’an mempunyai metode-metode untuk menanamkan akhlak anak usia 6-14 tahun di TPQ Roudhotul Qur’an khususnya dalam upaya menghadapi degradasi moral. Guru ngaji di TPQ Roudhotul Qur’an berperan penting dalam membina akhlak anak usia 6-14 tahun melalui keteladanan, pembiasaan dan pengajaran nilai-nilai moral. Kerjasama dengan orang tua memperkuat proses pembinaan dan membantu mengatasi pengaruh negatif lingkungan. faktor pendudkungnya adalah keteladanan guru, sedangkan hambatannya meliputi lingkngan sosial yang kurang baik, rendahnya motivasi anak, serta penggunaan gadget yang berlebihan.</p>Nur IstiqomahRina PriarniIsnaini Isnaini
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-096110411310.53299/jppi.v6i1.3134Implementasi Keterampilan Kolaborasi dalam Tahapan Pengenalan Topik RPP Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3215
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi keterampilan kolaborasi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun oleh mahasiswa, khususnya pada tahapan pengenalan topik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi dokumentasi terhadap 80 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun mahasiswa dari 90 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Perencanaan Pembelajaran dan mengidentifikasi instruksi kolaborasi yang termuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, display data dan penarikkan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa sudah mampu mengimplementasikan keterampilan kolaborasi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mereka susun dengan adanya instruksi untuk melakukan kegiatan kolaborasi seperti diskusi kelompok dan diskusi berpasangan, sedangkan sebagian mahasiswa masih belum dapat mengimplementasikan keterampilan kolaborasi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada tahapan pengenalan topik dengan tidak adanya instruksi untuk melakukan kegiatan kolaborasi. Sehingga, hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya penguasaan pemahaman mahasiswa terhadap keterampilan abad 21, khususnya keterampilan kolaborasi, dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.</p>Rafael Grace Wisda Shanty DewiYuyun Rosliyah
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-096111412110.53299/jppi.v6i1.3215Pengukuran Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMA Negeri di Purwokerto
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3312
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keterampilan menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri di Purwokerto menggunakan instrumen berupa rubrik penilaian yang valid dan reliabel. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel diperoleh melalui teknik <em>random sampling</em> yang melibatkan 330 siswa kelas X SMA Negeri di Purwokerto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja menulis puisi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengonversi skor menjadi nilai untuk menentukan nilai tertinggi, nilai terendah, dan nilai rata-rata lalu dikategorikan. Penilaian terhadap puisi karya siswa menghasilkan nilai tertinggi 100, nilai terendah 53, dan nilai rata-rata 76 yang masuk ke dalam kategori baik. Meskipun siswa menunjukkan keterampilan yang baik dalam menulis puisi, diperlukan penguatan terhadap kriteria penilaian kekuatan citraan (imajinasi) agar keterampilan menulis puisi siswa dapat berkembang secara lebih komprehensif. Hasil pengukuran dapat digunakan oleh guru Bahasa Indonesia kelas X tingkat SMA sebagai pedoman dalam merancang strategi pembelajaran menulis puisi yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan siswa.</p>Adinda Rismaya DewiMemet SudaryantoNia Ulfa Martha
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-096112213210.53299/jppi.v6i1.3312Implementasi E-Modul Berbantuan Google Sites untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar IPAS
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3441
<p>Pembelajaran IPAS sering dianggap kurang menarik oleh peserta didik. Indikasi rendahnya minat dan hasil belajar ini ditunjukkan dengan jumlah peserta didik yang memiliki minat kurang yaitu sebesar 57% dengan capaian ketuntasan klasikal hanya sebesar 43%. Demikian pula guru masih menggunakan modul cetak manual dan belum memaksimalkan pemanfaatan digital yang tersedia dalam pembelajaran.<strong> </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas 6 SDN 02 Tawangrejo dengan mengimplementasikan e-modul berbantuan <em>Google Sites. </em>Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di SDN 02 Tawangrejo Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun dengan subjek penelitian peserta didik kelas 6 yang berjumlah 14 peserta didik. Tindakan dilaksanakan selama 4 bulan dalam 2 siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner dan tes. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi untuk perilaku guru dan minat belajar, dan soal evaluasi untuk hasil belajar. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar peserta didik yang pada tahap prasiklus sebesar 43% memiliki minat baik dan sangat baik, pada siklus 1 meningkat menjadi 86% dan siklus 2 sebesar 100%. Pada tahap prasiklus sebesar 43% peserta didik mencapai KKTP, di siklus 1 meningkat menjadi 79% dan pada siklus 2 mncapai 93%. Dengan demikian implementasi e-modul berbantuan<em> Google Sites </em>terbukti meningkatkan minat dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas 6 SDN 02 Tawangrejo.</p>Murti SumeniParji ParjiMuhammad Hanif
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-096113314510.53299/jppi.v6i1.3441Implikasi Kebiasaan Tidak Sarapan terhadap Resiliensi dan Konsentrasi Belajar Siswa Masa Program Makan Bergizi Gratis: Studi Kasus di MIN 5 Ngawi
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3483
<p><strong>Abstrak: </strong>Penelitian ini mengkaji implikasi kebiasaan tidak sarapan terhadap resiliensi dan konsentrasi belajar siswa pada masa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIN 5 Ngawi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang datang ke sekolah tanpa sarapan mengalami gejala fisik seperti lemas, mengantuk, dan kurang energi, yang secara signifikan memengaruhi fokus serta partisipasi mereka dalam pembelajaran. Resiliensi akademik siswa yang tidak sarapan juga cenderung lebih rendah, ditandai dengan kesulitan mempertahankan perhatian, rendahnya ketekunan dalam menyelesaikan tugas, serta respon emosional yang kurang stabil. Meskipun konsumsi makanan melalui Program MBG membantu meningkatkan kondisi fisik siswa setelah pembelajaran berlangsung, temuan penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan tetap menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan belajar sejak awal kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pembiasaan sarapan sebagai bagian dari pembentukan kesiapan belajar dan ketahanan akademik siswa, terutama dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran di sekolah dasar.</p>Lathif Abdul RazaqKhoirul AnamM. Fatkul IkhwansyahM. Khulafaur RosyidinFiki Adelia SetefaniNadia Puji Lestari
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-096114615610.53299/jppi.v6i1.3483Pengembangan Video Pembelajaran Animasi Berbasis Inquiry Learning Menggunakan Aplikasi Capcut di SMA Negeri 1 Keluang
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3188
<p>Rendahnya pemanfaatan media pembelajaran digital dalam pembelajaran sejarah berdampak pada rendahnya pemahaman peserta didik. Terhusus terhadap materi masa praaksara pada Zaman Batu. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa hanya 10 peserta didik kelas X.4 SMA Negeri 1 Keluang yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain itu, 90% peserta didik membutuhkan bahan ajar digital, sementara 79% guru masih menggunakan buku cetak dan hanya 5% memanfaatkan video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menguji kelayakan dan keefektifan video pembelajaran animasi berbasis <em>inquiry learning</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan <em>(research and development)</em> dengan model pengembangan Alessi dan Trollip yang meliputi tahap perencanaan, perancangan, dan pengembangan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X.4 SMA Negeri 1 Keluang. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan validasi ahli. Hasil uji coba menunjukkan respons peserta didik sebesar 85% dengan kategori sangat baik serta peningkatan hasil belajar dari 10 menjadi 25 peserta didik yang mencapai KKM. Validasi ahli menunjukkan media berada pada kategori valid hingga sangat valid. Dengan demikian, video pembelajaran animasi berbasis <em>Inquiry Learning </em>layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran sejarah di SMA.</p>Safira OktavianiSani Safitri
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-096115716910.53299/jppi.v6i1.3188Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP)/Smartboard sebagai Media Pembelajaran Interaktif di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3302
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan <em>Interactive Flat Planel (IFP<strong>)/</strong>Smartboard</em> sebagai media pembelajaran interaktif di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin serta dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sample penelitian adalah Guru-guru SDN Pelambuan 4 Banjarmasin dan beberapa siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>purposive sampling,</em> serta analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan <em>Interactive Flat Planel (IFP</em>)/<em>Smartboard</em> mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, interaktif, dan menyenangkan. Guru memanfaatkan <em>Interactive Flat Planel (IFP</em>)/<em>Smartboard</em> tidak hanya untuk menyajikan materi pembelajaran, tetapi juga untuk menampilkan video edukatif, permainan interaktif seperti <em>Wordwall</em> dan <em>Quizizz</em>, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara langsung di layar. Pemanfaatan <em>Interactive Flat Planel (IFP)/Smartboard</em> meningkatkan partisipasi aktif siswa, mempermudah pemahaman konsep yang kompleks, serta menumbuhkan motivasi dan minat belajar. Media ini juga mendorong terjadinya kolaborasi antar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru serta dukungan sarana teknologi agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.</p>Anugrah Mitria SariTri MuthoharohMurhartoyo MurhartoyoAslamiah AslamiahRizky Amelia
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-092026-01-096117018310.53299/jppi.v6i1.3302Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menulis Teks Deskripsi Menggunakan Aplikasi Wordwall pada Siswa Kelas VIII SMP
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3005
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pembelajaran menulis teks deskripsi di kelas VIII SMP Setia Negara Palembang yang masih menggunakan metode konvensional dan minim pemanfaatan media digital, sehingga peserta didik kurang termotivasi dan mengalami kesulitan dalam menyusun teks deskripsi secara terstruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang media pembelajaran interaktif menulis teks deskripsi menggunakan aplikasi <em>Wordwall</em> pada siswa kelas VIII SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (<em>Research and Development</em>) dengan model Alessi dan Trollip (2001) yang meliputi tiga tahap utama, yaitu <em>planning</em> (perencanaan), <em>design</em> (perancangan), dan <em>development</em> (pengembangan). Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase hasil angket kebutuhan dan lembar validasi ahli, serta deskriptif kualitatif melalui saran dan masukan dari para ahli. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, angket kebutuhan, observasi, dan validasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa memiliki ketertarikan dan kebutuhan yang tinggi terhadap penggunaan media pembelajaran digital interaktif, dengan rata-rata persentase sebesar 86,55% pada kategori sangat setuju. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan tergolong sangat layak, dengan nilai kelayakan ahli media sebesar 85%, ahli materi 95%, dan ahli bahasa 97,5%. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis <em>Wordwall</em> layak digunakan sebagai media pembelajaran menulis teks deskripsi bagi siswa kelas VIII SMP.</p>Zakiah HumairahZahra Alwi
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-102026-01-106118419610.53299/jppi.v6i1.3005Efektivitas Penggunaan Media Digital Canva dalam Pembelajaran Menulis Puisi di SMP
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3291
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media digital Canva dalam pembelajaran menulis puisi di SMP Negeri 2 Woja. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan menulis puisi siswa, yang ditandai dengan karya puisi yang cenderung monoton dan kurang kreatif. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta minimnya pemanfaatan media digital sebagai sarana pendukung pembelajaran menulis. Pembelajaran yang kurang variatif menyebabkan siswa kurang termotivasi dan tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan imajinasi serta kreativitas dalam menulis puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Woja, dengan dua kelas sebagai sampel penelitian, yaitu kelas VIIIa sebagai kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran menggunakan media digital Canva dan kelas VIIIb sebagai kelompok kontrol yang diberikan pembelajaran secara konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis puisi, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis puisi siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 84,58 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 74,65. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media digital Canva efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa serta mendorong kreativitas dan motivasi belajar yang lebih tinggi.</p>Leni MarlinaTaufik TaufikHasan Hasan
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-102026-01-106119720510.53299/jppi.v6i1.3291Kemampuan Literasi Digital Siswa Madrasah Tsanawiyah Madinatussalam pada Materi Bahasa Indonesia
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3308
<p>Teknologi pendidikan telah menjadi elemen krusial dalam sektor pendidikan dalam beberapa waktu terakhir. Inovasi ini memberikan kesempatan untuk meningkatkan mutu proses belajar dan mengajar, yang pada gilirannya berdampak pada pengetahuan digital siswa. Hal ini dapat memperkuat literasi digital dengan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi digital siswa Madrasah Tsanawiyah Madinatussalam pada materi Bahasa Indonesia. Adapun metode yang diterapkan dalam kegiatan penelitian ini adalah penelitian deksriptif kuantitatif dengan teknik survei, dengan teknik penelitian dilakukan dengan <em>porposive sampling</em>. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, analisis validitas angket di uji dengan aplikasi statistik IBM SPSS 26. Temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil analisis data validasi instrumen dinilai valid, yang diuji dengan Signifikan 2 arah. Sedangkan hasil analisis pada 8 aspek literasi digital diperoleh 5 aspek yang berada pada kategori lanjut , dan 3 diantaranya berada pada kategori menengah. Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi digital disekolah Madinatussalam berjalan baik. Penggunaan teknologi sebagai sarana dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP berdampak pada perubahan cara belajar dan meningkatkan minat belajar, serta literasi digital para siswa.</p>Muhammad Fahrul Roji NasutionEka Firmansyah
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-102026-01-106120621610.53299/jppi.v6i1.3308Pengembangan E-Book Berbasis Project Based Learning di Kelas X TJKT SMK Negeri 1 Kendari
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3060
<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut inovasi pembelajaran berbasis digital untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Pada mata pelajaran Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) di SMK Negeri 1 Kendari, penggunaan media pembelajaran masih didominasi buku cetak dan metode konvensional sehingga kurang mendukung pembelajaran aktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Book berbasis Project Based Learning (PjBL) serta mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi ahli media dan ahli materi, angket respon siswa, serta tes hasil belajar. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan perhitungan persentase kelayakan untuk uji validitas dan kepraktisan, sedangkan uji efektivitas dianalisis menggunakan uji <em>N-Gain</em> dan uji-<em>t</em> untuk melihat peningkatan dan perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Book berbasis PjBL memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 95,56% dan ahli materi sebesar 90,37% dengan kategori sangat layak, serta respon siswa sebesar 96,50% dengan kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan E-Book berbasis PjBL. Dengan demikian, E-Book berbasis Project Based Learning dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran digital pada mata pelajaran TJKT.</p>Sulis Tika YuniZila RaziluAlfiah Fajriani
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-112026-01-116121722710.53299/jppi.v6i1.3060Persepsi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus terhadap Akomodasi yang Layak di Pendidikan Tinggi Negeri
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3394
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa penyandang disabilitas terhadap penyediaan akomodasi yang layak di pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas sepuluh mahasiswa penyandang disabilitas yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di Surabaya. Instrumen wawancara disusun berdasarkan indikator persepsi yang meliputi aksesibilitas fisik fasilitas kampus, ketersediaan dan kesesuaian sarana prasarana pendukung, dukungan institusional dan kebijakan kampus, serta kenyamanan lingkungan kampus yang ramah disabilitas. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akomodasi yang layak, seperti fasilitas fisik yang aksesibel, dukungan teknis, serta kebijakan yang responsif, berperan penting dalam mendukung partisipasi dan keberhasilan akademik mahasiswa penyandang disabilitas. Namun demikian, masih ditemukan berbagai hambatan, terutama terkait keterbatasan fasilitas tertentu dan ketidakkonsistenan implementasi akomodasi di lingkungan kampus. Temuan ini menegaskan bahwa penyediaan akomodasi yang layak merupakan aspek krusial dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan, sejalan dengan Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tujuan keempat, yaitu pendidikan berkualitas yang inklusif bagi semua.</p>Vivi Kurnia HervianiRiski Prasetya ArbiLovany Marchelia Shafirarossa
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-112026-01-116122823810.53299/jppi.v6i1.3394Efektivitas Problem-Based Learning Berbasis AI dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Digital Siswa SMA: Studi Kuasi-Eksperimen
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3553
<p>Era digital menuntut penguasaan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital sebagai kompetensi utama abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas <em>Problem-Based Learning</em> (PBL) berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa kelas XI SMA pada pembelajaran Fisika materi Kesetimbangan Benda Tegar. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pola <em>pretestt–posttest</em> <em>non-equivalent</em> <em>control group</em>. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan PBL berbasis AI dan kelas kontrol yang menerapkan PBL konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis dan angket literasi digital yang mencakup aspek akses informasi, evaluasi, pemanfaatan, etika, dan keamanan digital. Data dianalisis menggunakan uji statistik inferensial untuk melihat perbedaan peningkatan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital pada kedua kelompok, namun peningkatan pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Integrasi AI dalam PBL terbukti mampu memberikan umpan balik adaptif, memperkaya sumber belajar, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pemecahan masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL berbasis AI efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital siswa secara simultan, serta berpotensi menjadi alternatif model pembelajaran inovatif yang relevan untuk mendukung penguatan kompetensi abad ke-21 di tingkat sekolah menengah.</p>Frikson Jony PurbaPaska Sriulina TariganAldo Yehezkiel Aritonang
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-112026-01-116123925010.53299/jppi.v6i1.3553Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Metode Edutaiment pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak kelas V MI Persis 8 Pameutingan
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3138
<p>Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan nilai keimanan siswa. Namun, praktik pembelajaran yang masih bersifat monoton menyebabkan rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Kondisi tersebut ditemukan pada siswa kelas V MIS Persis No.8 Pameutingan dengan ketuntasan belajar yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>mixed methods</em> dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas V. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar, serta analisis kualitatif terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan pada setiap siklus. Ketuntasan klasikal meningkat dari 31,57% pada pra-siklus menjadi 52,63% pada Siklus I, 63,15% pada Siklus II, dan mencapai 89,47% pada Siklus III dengan rata-rata nilai 80,26. Aktivitas siswa dan guru juga berada pada kategori sangat baik. Penerapan metode edutainment melalui permainan edukatif, diskusi interaktif, dan <em>team game tournament</em> terbukti mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman siswa. Metode edutainment efektif dalam meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak siswa Madrasah Ibtidaiyah.</p>Rida MariskaDadan F. RamdhanMuhammad Rifqi Mahmud
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-126125126210.53299/jppi.v6i1.3138Tinjauan Deskriptif Implementasi Modul Ajar Teks Biografi terhadap Keterampilan Menulis Siswa Fase E SMAS Adabiah 2 Padang
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3284
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya perubahan kurikulum pendidikan serta kebijakan pemerintah pada kurun waktu yang singkat tanpa adanya evaluasi secara mendalam. Hal ini menyebabkan pendidik harus dapat beradaptasi dengan setiap perubahan kurikulum yang terjadi. Salah satunya pada proses penyusunan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini. Urgensi dari penelitian ini adalah karena adanya eksistensi modul ajar yang disusun secara kurang efisien atau tidak relevan dengan kebutuhan siswa, sehingga perlu dilakukan peninjauan lebih lanjut mengenai implementasi modul ajar dan keterkaitannya dalam mengembangkan keterampilan menulis siswa. Tujuan dari pembuatan artikel adalah untuk dapat mendeskripsikan implementasi modul ajar teks biografi yang telah disusun oleh peneliti dan meninjau jawaban yang diberikan siswa Fase E SMAS Adabiah 2 Padang mengenai keterkaitan modul ajar tersebut terhadap pengembangan keterampilan menulis siswa. Metode yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pemerolehan data melalui observasi dan kuesioner. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa modul ajar yang disusun oleh peneliti dapat dikategorikan layak untuk diimplementasikan di kelas, serta memiliki keterkaitan dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah modul ajar menjadi salah satu kunci sukses siswa dalam mengembangkan atau meningkatkan keterampilan menulis mereka.</p>Indah Fadhilah ZuliatiMaharani Putri NadindaSilawati SakinahYulianti Rasyid Dadi Satria
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-126126327510.53299/jppi.v6i1.3284Pengaruh Model Pembelajaran Gamifikasi Educaplay terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di SMP N 22 Semarang
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3516
<p>Latar belakang penelitian didasarkan pada temuan observasi di SMP N 22 Semarang yang mengindikasi rendahnya motivasi belajar siswa kelas IX, ditandai dengan kurangnya inisiatif untuk bertanya, sangat bergantung pada arahan dari guru, lebih memilih sibuk sendiri mengobrol dengan teman sebangku, sering izin dijam pembelajaran dan kurang keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran IPS secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh implementasi model pembelajaran gamifikasi <em>Educaplay</em> terhadap perbandingan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan <em>desain Quasi-Eksperimen</em> (<em>Non- Equivalent Control Group Design</em>). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan eksperimen serta dua kelas IX sebagai kelompok eksperimen (menggunakan <em>Educaplay</em>) dan kelompok kontrol (metode konvensional) dengan jumlah 60 orang. Instrumen pengumpulan data utama adalah angket motivasi belajar yang didasarkan pada indikator-indikator motivasi dan didukung kerangka <em>Self-Determination Theory</em> (SDT). Pengumpulan data dilaksanakan dengan beberapa macam teknik, yaitu dokumentasi, penyebaran angket kuesioner melalui google form, serta observasi. Data dianalisis secara inferensial menggunakan uji <em>Independent Sampel t-test</em> dengan bantuan SPSS versi 27, setelah melalui uji normalitas, uji homogenitas dan uji <em>independent simple t-test. </em>Hasil penelitian menunjukan pengaruh positif dan signifikan (Sig. 2-Tailed) sebesar <em>0,015</em> ). Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran gamifikasi <em>Educaplay</em> terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS.</p>Agyana Mutiara SafitriSiti Ekowati Rusdini
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-126127628610.53299/jppi.v6i1.3516Implementasi Pendidikan Inklusi Berbasis Teknologi pada Peserta Didik Sekolah Dasar
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3701
<p>Penelitian ini merupakan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) yang bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusi berbasis teknologi pada peserta didik sekolah dasar, dengan fokus pada model pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Pendidikan inklusi menuntut adanya strategi pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. Seiring dengan perkembangan teknologi, multimedia interaktif yang menggabungkan unsur visual, audio, teks, dan animasi menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa di lingkungan inklusif. Metode penelitian menggunakan pendekatan SLR dengan penelusuran artikel ilmiah dari berbagai database (2015–2025) yang relevan dengan topik pendidikan inklusi dan pembelajaran berbasis multimedia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan multimedia interaktif mampu meningkatkan keterlibatan belajar, motivasi, dan pemahaman konsep siswa, serta membantu guru dalam diferensiasi pembelajaran. Selain itu, teknologi multimedia juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih ramah, adaptif, dan kolaboratif di sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut pada aspek desain instruksional dan pelatihan guru agar implementasi pendidikan inklusi berbasis teknologi dapat berjalan secara optimal.</p>Fifi Fitriana SariHeri SantosoWayan Widiana
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-122026-01-126128729910.53299/jppi.v6i1.3701Pengaruh Praktik Pengalaman Lapangan terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa pada Program MBKM Batch 6 Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2021 Universitas Negeri Gorontalo
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3315
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis seberapa besar pengaruh Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terhadap kesiapan mengajar mahasiswa pada program MBKM Beacht 6 Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2021 Universitas Negeri Gorontalo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa pada program MBKM Beacht 6 Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2021 yang berjumlah 71 Individu. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner untuk variabel Praktik Pengalaman Lapangan dan Kesiapan Mengajar. Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana, uji korelasi Product Moment, dan uji Koefisien Determinasi (R2), setelah data terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Praktik Pengalaman Lapangan terhadap Kesiapan Mengajar mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, serta nilai t-hitung (9,414) yang lebih besar dari t-tabel (1,667). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y=13,036+0,834X, mengindikasikan bahwa setiap peningkatan dalam Praktik Pengalaman Lapangan akan meningkatkan kesiapan mengajar sebesar 0,834. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Angkatan 2021 Universitas Negeri Gorontalo. Temuan ini menyiratkan perlunya penyempurnaan program PPL agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih mendalam dan bermanfaat, sehingga lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan.</p>Muzakir IbrahimMelizubaida MahmudYulianti TiralaweRadia HafidSudirman Sudirman
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-162026-01-166130031010.53299/jppi.v6i1.3315Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi Bencana pada Siswa Sekolah Menengah
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3478
<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan kerentanan bencana tertinggi di dunia, namun pemahaman siswa terhadap konsep geografi kebencanaan masih rendah karena materi bersifat abstrak dan sulit divisualisasikan. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani konsep teori dengan fenomena bencana nyata. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran berbasis <em>Augmented Reality</em> (AR) dalam meningkatkan pemahaman siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain <em>one-group pretest–posttest</em> pada siswa sekolah menengah. Instrumen penelitian meliputi angket analisis kebutuhan, tes pretest–posttest, serta angket respon siswa dan guru. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 95% responden belum pernah menggunakan AR, namun mayoritas memiliki sikap positif terhadap penerapannya. Materi vulkanisme dan pergerakan lempeng dinilai paling sulit sehingga membutuhkan dukungan visualisasi 3D. Hasil tes menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 69,70 menjadi 80,75, dan uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,000). Respon siswa sangat positif, terutama pada aspek visualisasi 3D (4,7) dan peningkatan pemahaman konsep (4,6). Guru juga memberikan penilaian tinggi (4,8) terhadap kemanfaatan AR dalam membantu penyampaian materi. Dengan demikian, AR terbukti efektif meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa, serta berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran geografi.</p>Jaelani JaelaniNon AbdinRidwan Ridwan
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-162026-01-166131132310.53299/jppi.v6i1.3478 Implementasi Model Pembelajaran Deep Learning pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI Perhotelan B di SMK Negeri 1 Bawen
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3539
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi model pembelajaran <em>Deep Learning</em> pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas XI Perhotelan B SMK Negeri 1 Bawen. Fokus penelitian diarahkan pada efektivitas pendekatan tersebut dalam memperkuat pemahaman konseptual siswa sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran di kelas, serta penelaahan dokumen berupa RPP, catatan guru, dan agenda sekolah. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan induktif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model <em>Deep Learning</em> mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat kemampuan berpikir kritis, problem solving, serta menumbuhkan sikap profesional sesuai dengan nilai-nilai Islam. Temuan observasi memperlihatkan suasana kelas yang lebih hidup, menyenangkan, dan kolaboratif, sementara wawancara dan dokumen mendukung bahwa pembelajaran menjadi lebih relevan dengan dunia kerja perhotelan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa model <em>Deep Learning</em> layak diterapkan dalam pembelajaran PAI di SMK karena tidak hanya meningkatkan kualitas proses belajar, tetapi juga memperkuat karakter religius dan kompetensi abad ke-21 peserta didik.</p>Alfi RahmawatiRina PriarniIda Zahara Adibah
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-162026-01-166132433610.53299/jppi.v6i1.3539Pengaruh Pelatihan STEAM Menggunakan Assemblr Edu terhadap Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar di Tasikmalaya
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3356
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelatihan STEAM yang memanfaatkan platform <em>Assemblr Edu</em> terhadap peningkatan kompetensi guru Sekolah Dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan kemampuan pedagogis dan digital guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan model <em>one-group pretest–posttest</em>. Subjek penelitian meliputi 30 guru Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu guru yang aktif mengajar dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Prosedur penelitian mencakup pelaksanaan <em>pretest</em>, pelatihan STEAM berbasis <em>Assemblr Edu</em>, observasi keterampilan mengajar, pengisian angket literasi digital, dan pemberian <em>posttest</em>. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, <em>uji paired sample t-test</em>, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru yang signifikan, dibuktikan melalui hasil <em>paired sample t-test</em> (sig. = 0.000) dan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0.73 yang termasuk kategori tinggi. Observasi kinerja mengindikasikan bahwa guru mampu mengembangkan proyek berbasis AR dengan kualitas sangat baik, serta memperoleh skor literasi digital yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan STEAM dengan dukungan teknologi <em>augmented reality</em> melalui <em>Assemblr Edu</em> dapat memperkuat pemahaman konseptual, kemampuan perancangan proyek, dan keterampilan pedagogis guru. Dengan demikian, pelatihan STEAM yang memanfaatkan <em>Assemblr Edu</em> berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi guru Sekolah Dasar.</p>Anisa Solehah NurwendahNuk Ghurroh SetyoningrumN. Nelis FebrianiPutri Khozizah
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-162026-01-166133734510.53299/jppi.v6i1.3356Implementasi Kegiatan JUMBARGI (Jumat Berbagi) untuk Meningkatan Karakter Dermawan Siswa SDN Mrican 1 Kota Kediri
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3567
<p>Karakter dermawan merupakan salah satu nilai penting dalam pendidikan karakter di sekolah dasar karena berperan dalam menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan perilaku prososial siswa sejak dini. Sekolah memiliki peran strategis sebagai lingkungan pembiasaan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan nyata dan berkelanjutan. SDN Mrican 1 Kota Kediri mengembangkan program Jumat Berbagi (JUMBARGI) sebagai upaya membentuk kebiasaan berbagi dan meningkatkan kepekaan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program JUMBARGI serta menganalisis pengaruhnya terhadap pembentukan karakter dermawan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 144 siswa SDN Mrican 1 Kota Kediri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pelaksanaan kegiatan, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi program. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program JUMBARGI yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat mampu menumbuhkan nilai empati, kepedulian sosial, dan kebiasaan berbagi pada siswa. Siswa menunjukkan peningkatan perilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Peran guru sebagai pengarah, motivator, dan teladan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa program JUMBARGI efektif dalam membentuk karakter dermawan siswa apabila dilaksanakan secara konsisten dengan dukungan seluruh warga sekolah. Program ini dapat dijadikan sebagai praktik baik dalam penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan sosial yang kontekstual dan berkelanjutan di sekolah dasar.</p>Khairila Indi ZahraniAlfi LailaSisilia Kriska PutriRahma Ayu Rimarsha
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-182026-01-186134635810.53299/jppi.v6i1.3567Pengaruh Efikasi Diri dan Gaya Belajar terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan
https://bimaberilmu.com/jurnal/index.php/jppi/article/view/3015
<p>Studi ini mengkaji bagaimana gaya belajar dan efikasi diri akademik memengaruhi prestasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, sedangkan pengumpulan datanya dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada 30 mahasiswa aktif yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi (t = 3,028; Sig = 0,005), begitu pula gaya belajar (t = 3,984; Sig = 0,000). Secara bersama, kedua variabel memberikan kontribusi signifikan terhadap prestasi akademik (F = 23,242; Sig = 0,000) dengan R² = 0,633, artinya keduanya menjelaskan 63,3% variasi prestasi. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi belajar yang efektif dan peningkatan efikasi diri untuk mendorong keberhasilan akademik. Lembaga pendidikan berperan penting dalam membuat strategi pengajaran yang fleksibel sesuai gaya belajar mahasiswa dan menerapkan upaya untuk memperkuat keyakinan diri sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dosen dan pihak fakultas dapat memanfaatkan temuan ini untuk mengembangkan metode pengajaran yang mendorong partisipasi aktif, kolaborasi, dan refleksi diri mahasiswa. Upaya peningkatan efikasi diri akademik dan penyesuaian strategi pembelajaran dengan kebutuhan mahasiswa tidak hanya memperbaiki capaian akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan kemampuan belajar mandiri di lingkungan pendidikan tinggi.</p>Andi Taufiq UmarCindy AndrianiErdiana Br ManikDiana Puspita AyuChristina Martalia Sitepu
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-202026-01-206135937110.53299/jppi.v6i1.3015